Digagalkan Narkoba-HIV, Faizin Ingin Kembali Rasakan Indahnya Sepakbola di HWC

Bandung - Ahmad Faizin pernah punya kesempatan menjadi pemain sepakbola profesional, namun ia membuangnya gara-gara narkoba dan HIV/AIDS. Ia kini ingin kembali merasakan indahnya bermain sepakbola.

Pria kelahiran 24 Maret 1971 itu termasuk satu dari 10 pemain yang akan mengikuti training camp tim Indonesia di ajang Homeless World Cup (HWC) 2013. Jika lulus seleksi akhir, Faizin pun berkesempatan ke luar negeri, bermain di Poznan, Polandia, bersama rekan-rekannya di turnamen tersebut.

Faizin terpilih setelah tampil baik sebagai pemain sekaligus kapten tim Jawa Tengah di ajang League of Change (LoC) yang digelar oleh Rumah Cemara bulan Maret lalu, sebagai turnamen seleksi untuk membentuk tim yang akan mewakili Indonesia di HWC 2013.

Dalam penuturannya, Faizin mengatakan pernah menjadi pemain klub Persijap Jepara junior selama dua tahun, sebagai pemain inti, dan antara lain pernah tampil di kompetisi Piala Suratin. Sayangnya, ia menghancurkan kariernya sendiri dengan melanggar aturan-aturan kedisiplinan tim. Ia kerap meninggalkan mess malam-malam, berkenalan dan kemudian kecanduan narkoba, dan juga berperilaku seks bebas, sampai akhirnya dikeluarkan dari klub.

Faizin pun memasuki fase kehidupan yang sulit, ditambah lagi ia harus menikah dalam usia muda karena permintaan orangtuanya. Setelah perlahan-lahan lebih bisa survive, ia kembali mendapat cobaan justru setelah dikaruniai anak setelah menikah tujuh tahun.

Kondisi badan Faizin mulai sering nge-drop sehingga harus keluar masuk rumah sakit. Hanya saja, sampai saat itu belum diketahui dengan jelas penyakitnya apa. Setelah membaik, gantian istrinya divonis mengidap penyakit kelenjar getah bening, yang berujung pada kematian. Belakangan diketahui sang istri telah terjangkit virus HIV/AIDS, dan Faizin pun divonis mengidapnya pula.

Begitu mengetahui dirinya terkena HIV/AIDS, Faizin dilanda ketakutan dan kecemasan sebagaimana lumrah dirasakan oleh para pengidap penyakit yang belum ada obatnya itu. Meski demikian, Faizin kemudian memutuskan tidak menyerah.

Setelah mendapatkan informasi dari sana-sini, ia lalu mengenal dan kemudian aktif terlibat di sebuah kelompok/komunitas pemberdayaan kalangan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di Semarang, yang bernama Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).

Aktivitasnya itu ia bawa ke tanah kelahirannya, Jepara, untuk kemudian didirikan pula KDS di kota tersebut. Hingga kini Faizin mengabdikan dirinya sebagai pekerja sosial di organisasi nirlaba tersebut, dengan misi menyelamatkan rekan-rekan ODHA di Jepara, sekaligus meningkatkan taraf hidupnya.

Melalui aktivitasnya itu Faizin bisa mengikuti turnamen League of Change dan terpilih masuk tim dengan predikat sebagai pemain terbaik. Dalam usianya yang 41 tahun, ini merupakan pemain tertua dalam skuat tersebut. Sebagai seseorang yang pernah bermain di sebuah klub sepakbola, kemampuan Faizin mengolah si kulit bundar ternyata tidak pudar.

“Saya ingin kembali merasakan indahnya bersepakbola seutuhnya. Buat saya, sepakbola semestinya juga menjunjung tinggi kebersamaan, perbedaan dan perubahan,” tutur Faizin.

Ia menambahkan, apabila dirinya terpilih masuk tim utama yang akan mewakili Indonesia di HWC mendatang, hal itu merupakan sebuah mimpi yang jadi kenyataan, karena dirinya pernah bermimpi menjadi pemain bola dan membela negara di luar negeri.

“Saya ingin menularkan perubahan melalui sepakbola, khususnya di lingkungan kota saya (Jepara). Masyarakat juga harus terus diedukasi dan diyakinkan supaya mengeliminasi stigma dan diskriminasi terhadap para ODHA, mantan pengguna narkoba dan kaum miskin kota,” cetusnya.

Faizin dan rekan-rekannya akan memulai training camp selama seminggu di sebuah pegunungan di kawasan Bandung timur. Setelah itu mereka akan melanjutkan persiapannya secara intensif guna mengasah kemampuan teknis dengan asuhan pelatih Bonsu Hasibuan, yang terpilih sebagai pelatih terbaik di HWC 2012 di Mexico City.

Homeless World Cup 2013 dihelat di Polandia 10-18 Agustus mendatang. Bertindak sebagai National Organizer untuk Indonesia adalah Rumah Cemara yang bermarkas di Bandung. Tahun lalu pasukan “Merah Putih” berhasil menembus babak semifinal sebelum dihentikan tim kuat, Brasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s